Ekstrak Daun Sirsak sebagai Obat
Kemoterapi Kanker Payudara
Namirah
Maimunah
Stikes
Borneo Lestari
Program
Studi S1 Farmasi
Kanker Payudara
Kanker payudara adalah
pertumbuhan abnormal sel-sel payudara yang terkadang dapat dirasakan sebagai
benjolan atau massa yang disebut tumor. Tumor terjadi ketika sel-sel payudara
membelah tanpa terkendali dan menghasilkan jaringan tambahan. Suatu tumor
payudara dapat bersifat jinak (tidak bersifat kanker) atau ganas (bersifat
kanker). Sel-sel yang bersifat kanker dapat menyebar di dalam payudara, ke
kelenjar getah bening di ketiak Anda, dan ke bagian tubuh Anda yang lainnya.
Penyebab kanker payudara tidak diketahui,
terkadang dapat terjadi pada wanita yang memiliki anggota keluarga yang
menderita penyakit tersebut (penyebab genetik/keturunan) atau yang mulai
mengalami menstruasi sejak usia muda (penyebab hormonal). Hormon wanita yang
normal mengendalikan pembelahan sel-sel payudara, dan dapat memicu timbulnya
kanker payudara. Wanita berusia di atas 40 tahun lebih mudah terkena kanker payudara
dibandingkan dengan wanita yang lebih muda.
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Kanker payudara merupakan tumor ganas yang menyerang
jaringan sel-sel payudara. Kanker payudara merupakan masalah paling besar bagi
wanita di seluruh dunia dan menyebabkan kematian utama bagi penderita kanker
payudara. penyakit kanker payudara di negara berkembang menunjukkan bahwa
penyakit kanker dengan persentase kasus tertinggi, kurang lebih 43% kasus dan
persentase kematian yaitu 12,9%. Menurut WHO sekitar 8-9% wanita menderita
penyakit kanker payudara. Kasus kankerr payudara terus meningkat lebih dari
250,000 kasus baru, di Eropa dilakukan penelitian kanker payudara oleh American
Cancer Society( ACS) hampir 178.000 wanita yang telah di diagnosis kanker
payudara dan jumlah tersebut ditambah 2 juta wanita yang memiliki riwayat
penyakit ini (Mulyani S, 2013).
Penelitian
(Mulyani S, 2013) tentang kanker payudara di Rumah sakit Teheran irlan terdapat
606 pasien kanker payudara disimpulkan adanya penurunan kualitas hidup seperti
rasa rendah diri terhadap suami sebagai akibat dari ketidak sempurnaan tubuh,
penurunan seksualitas. Dari segi psikologis pasien kanker payudara kebanyakan
menjadi stress. Dari hasil penelitian (Glimelius, 2004) menyatakan kualitas
hidup pasien kanker payudara di swedia hanya 25 pasien dari 75 pasien dengan
kualitas hidup yang baik 50 pasien mengalami penurunan kualitas hidup. 2 Kanker
payudara di Indonesia merupakan penyakit yang sering terjadi dialami oleh
wanita, menurut Depkes RI tahun 2013, kanker payudara ini merupakan kanker yang
paling mendominasi di Indonesia yaitu memiliki kontribusi sebesar 30%,
mengalahkan kanker servik yang berkontribusi sekitar 24%. Pravalensi Riskesda
tahun 2013 jumlah penderita penyakit kanker payudara di Indonesia 0,5
per-seribu dengan estimasi jumlah penderita penyakit kanker payudara sejumlah
62.685 penderita. Pravalensi di Jawa Tengah penyakit kanker payudara semua umur
di Indonesia 1,4% dengan pravalensi kanker tertinggi di provinsi Yogyakarta
sebesar 4,1% (Mulyani S, 2013).
Resiko menderita kanker payudara semakin meningkat
dengan seiring bertambahnya usia, terutama pada wanita yang mengalami haid di
bawah usia 12 tahun dan wanita yang menopause pada usia di atas 55 tahun.
Penelitian Dinas kesehatan Jawa tengah pada tahun 2012 terdapat 4,864 pasien
terkena kanker payudara. Penyakit kanker payudara masih menjadi masalah utama
dalam dunia kesehatan, dibuktikan dari berbagai kasus komplikasi fisik
fungsional dan dapat juga menyebabkan gangguan kualitas hidup. Penurunan
kualitas hidup wanita penderita kanker payudara dapat dilihat dari sisi
kesehatan fisik, status psikologi, hubungan sosial, kemandirian dan spiritual.
Kualitas hidup merupakan persepsi individu dalam kemampuan, keterbatasan
psikologi dalam konteks budaya dan system nilai untuk mengetahui peran dan fungsi
(Gale, 1999). Untuk pengukuran kualitas hidup WHO telah memberikan alat ukur
seperti instrument penilaian kualitas 3 hidup. Dengan pengukuran tersebut
diharapkan akan terlihat seberapa baik kualitas hidup penderita kanker
payudara.
Berdasarkan data rekam medik RSUD Dr Moewardi jumlah
pasien kanker payudara pada bulan Mei 2017 sebanyak 202 pasien.Hasil wawancara
dari beberapa pasien kanker payudara tentang kehidupanya sangant
memperihatinkan, dikarenakan beberapa faktor yang sangat mempengaruhi seperti
ekonomi dan keluarga yang kurang memberi perhatian kepada mereka, sehingga
merasa kehidupan mereka sudah tidak berarti lagi dan merasa putus asa dengan
kehidupannya. Penyakit kanker payudara dapat menyebabkan penderitaan fisik,
pada wanita, selain itu dapat juga mengakibatkan penurunan kualitas hidup.
Penurunan kualitas hidup dapat dilihat dari segi kesehatan fisik, status
psikologis, hubungan sosial, tingkat kemandirian, dan spiritual. komplikasi
pada pasien kanker payudara dapat meningkatkan stres dan mempengaruhi kualitas
hidup. Kualitas hidup merupakan respond emosi pasien terhadap aktivitas sosial
dan emosional, pekerjaan dan hubungan keluarga, rasa senang atau rasa bahagia,
antara harapan dan kesesuaian, kenyataan dalam melakukan fungsi fisik sosial dan
emosional serta bersosialisasi dengan orang lain. Salah satu penelitian
mengatakan penyakit kanker payudara akan mengalami nyeri. Pada stadium lanjut
kanker payudara akan mengalami metastases ke organ lain dan mengakibatkan
sistem tubuh menurun.
Pengobatan
pasien penyakit kanker payudara akan mempengaruhi penilaian negatif pasien
terhadap dirinya sendiri sehingga terjadi penurunan kualitas hidup. Sebagian
besar wanita menganggap pengobatan mastektomi dan kemoterapi merupakan tindakan
4 yang mengerikan karena pasien akan kehilangan salah satu payudaranya dan
mengalami penurun aktivitas fisik. Pasien akan merasakan kelelahan murung,
sedih dan menimbulkan tekanan psikologis seperti depresi, banyak peneliti
menunjukkan bahwa tekanan psikologis berpengaruh terhadap penurunan kualitas
hidup, (Oesman, 2015). Peneliti lain juga menunjukkan bahwa sebagian wanita
penderita kanker payudara mengalami gangguan dalam hal aktivitas seperti rasa
nyeri, gangguan stres, emosional dan gangguan berinteraksi dengan masyarakat.
Oleh sebab itu kebutuhan pasien tidak hanya pengobatan fisik, namun juga
membutuhkan dukungan terhadap kebutuhan psikologis dan sosial. Beberapa faktor
yang mempengaruhi kualitas hidup seperti usia, jenis kelamin, status pernikahan
tingkat pendidikan, pekerjaan, pasien kanker payudara menunjukkan bahwa usia
yang lebih tua, pendidikan rendah, ibu rumah tangga dan penghasilan yang rendah
memiliki kualitas hidup yang rendah. Penderita kanker payudara yang belum
menikah dan belum mempunyai keturunan memiliki kualitas hidup yang rendah dan
beresiko kematian yang tinggi dibandingkan penderita kanker yang sudah menikah.
Hal ini didukung oleh penelitian (Manuaba , 2010) memaparkan bahwa dukungan
dari orang terdekat suami pada pasien kanker yang sudah menikah dapat meningkatkan
suasana hati dan pikiran sehingga dapat memperbaiki kualitas hidup penderita.
Pekerjaan menjadi faktor kualitas hidup yang sangat signifikan terhadap
kualitas hidup yang lebih baik, sehingga pasien yang bekerja dan tidak bekerja
memiliki kualitas hidup yang berbeda. Sementara pendidikan juga menjadi hal 5
yang sangat penting dalam kualitas hidup pasien kanker karena pasien yang
berpendidikan memiliki kualitas hidup yang lebih baik daripada yang tidak
berpendidikan. Dukungan keluarga juga mempengaruhi kualitas hidup pasien
kanker, karena semakin baik dukungan keluarga maka semakin baik kualitas hidup
penderita kanker,
Penelitian (Manuaba, 2010)
memaparkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan penderita
kanker. Pengukuran kualitas hidup pasien kanker payudara telah menjadi fokus
pada hasil pengobatan yang dilakukan oleh pasien kanker payudara. Pengukuran
kualitas hidup perlu dilakukan karena mempunyai manfaat yang sangat penting
bagi penilaian suatu intervensi klinis. Oleh karena itu penelitian ini
sangatlah penting utuk dilakukan karena kualitas hidup yang baik sangat
diperlukan agar seorang mampu mendapatkan status kesehatan yang baik dalam
mempertahankan fungsi fisik yang optimal. Seseorang yang memiliki kualitas
hidup yang baik maka ia akan memiliki keinginan untuk sehat dan sembuh dan
dapat meningkatkan derajat kesehatannya.
B. Rumusan Masalah
1.
Mengetahui Cara Mencegah
Kanker Payudara.
2.
Mengetahui Ciri-Ciri
Kanker Payudara.
PEMBAHASAN
Selain faktor-faktor risiko di atas, ada juga
faktor-faktor risiko yang sebenarnya dapat dihindari. Anda dapat mencegah
kanker payudara dengan menghindari faktor-faktor tersebut, yaitu dengan
melakukan beberapa hal di bawah ini:
- Menjaga berat badan tetap ideal
Berat badan erat kaitannya dengan risiko kanker payudara. Wanita yang mengalami obesitas setelah masa menopause memiliki risiko terkena kanker payudara 20 - 40 persen lebih tinggi dibanding dengan yang mempunyai berat badan
Perubahan berat badan dan waktu terjadinya kenaikan berat badan ini diduga berkaitan dengan keadaan hormon estrogen dan insulin di dalam tubuh. Melihat risiko ini, menjaga berat badan tetap ideal adalah salah satu cara mencegah kanker payudara yang dapat Anda lakukan.
- Utamakan makanan
Pola makan sehat dengan mengutamakan asupan buah, sayuran, kacang-kacangan termasuk kacang kedelai, minyak sehat, dan antioksidan yang tinggi, dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Wanita yang sudah terkena kanker payudara pun hidupnya dapat lebih berkualitas, jika menghindari makanan berlemak. Daging berlemak, sosis, krim, margarin, mentega, dan minyak adalah berbagai jenis makanan yang harus dihindari sebagai usaha pencegahan kanker payudara.
- Luangkan waktu untuk
Aktif secara fisik dapat menurunkan risiko kanker payudara. Sebaliknya, risiko kanker payudara meningkat pada wanita yang sudah bertahun-tahun tidak pernah mengolah fisiknya lagi. Standar untuk melakukan olahraga intensitas sedang (seperti bersepeda dan jalan cepat) adalah selama 2 jam 30 menit per minggu.
- Hentikan kebiasaan merokok apa pun
Anda yang pernah menjadi perokok saja masih memiliki risiko terkena kanker payudara sebesar 6-9 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak pernah merokok sama sekali. Kondisi yang lebih buruk bisa Anda alami jika masih aktif merokok, yaitu 7-13 persen lebih berisiko untuk terkena kanker payudara.
- Membatasi minuman beralkohol
Mengonsumsi minuman beralkohol satu gelas tiap hari dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara sebesar 7-12 persen. Potensi terkena kanker payudara akan lebih tinggi jika biasa minum minuman beralkohol lebih dari segelas per hari. Hal ini dapat terjadi karena ada kaitan antara tingkat alkohol dengan perubahan jumlah hormon di dalam darah. Karena itu, mengurangi konsumsi alkohol juga merupakan salah satu cara mencegah kanker payudara. Bahkan jika memungkinkan, disarankan untuk menghentikannya sama sekali.
- Menyusui bayi secara teratur
Menyusui bayi dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara hingga 22 persen. Sejauh ini belum diketahui pasti mengapa menyusui dapat mencegah kanker payudara. Namun, diduga menyusui dapat membantu keseimbangan hormon, mencegah paparan zat pemicu kanker, dan menghindari kerusakan sel payudara.
- Membatasi terapi hormon
Terapi hormon biasa dilakukan oleh wanita terkait dengan masa menopause. Terapi menggunakan hormon estrogen dan progesteron ini biasanya bersifat jangka panjang. Karena itulah, terapi ini berisiko meningkatkan kanker payudara. Apabila Anda benar-benar membutuhkan terapi hormon, konsultasikan kepada dokter agar kadar hormon tersebut dapat dikurangi.
- Hindari terkena paparan
Ada beberapa hal yang mungkin membuat Anda terpapar radiasi tingkat tinggi, misalnya menjalani pemeriksaan CT scan, bekerja di fasilitas kesehatan yang menggunakan radiasi, dan terpapar asap kendaraan atau bahan-bahan kimia. Jadi, lindungi diri Anda dari paparan tersebut dan hindari semaksimal mungkin.
Gejala kanker payudara dapat meliputi satu
atau lebih dari hal-hal berikut ini:
·
Benjolan yang tidak menimbulkan rasa nyeri
pada payudara
·
Pendarahan atau keluar cairan yang tidak biasa
dari puting
·
Kulit payudara yang
tertarik ke dalam atau mengkerut
·
Gatal dan ruam yang
terus-menerus di sekitar puting
·
Puting yang tertarik
ke dalam
·
Kulit payudara yang
membengkak atau menebal.
PENUTUP
A.
Kesimpulan.
Berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan dari berbagai
sumber dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
Berdasarkan
penelitian tentang hubungan pengetahuan kanker payudara dengan perilaku SADARI
peneliti menyimpulkan bahwa 54% mempunyai pengetahuan baik. Faktor penunjang
yang melatarbelakangi pengetahuan baik antara lain adanya fasilitas internet,
perpustakaan, kegiatan program studi, seminar, diskusi, dll. Selain itu
responden juga peduli akan kesehatan. Sedangkan 57% memiliki perilaku cukup,
hal ini dikarenakan responden tidak mengetahui waktu pemeriksaan payudara
sendiri yang tepat, kurang tepat dalam melakukan langkah-langkah dan teknik
pemeriksaan payudara sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada
hubungan antara pengetahuan kanker payudara dengan perilaku SADARI. Pentingnya
institusi pelayanan keperawatan memberikan pendidikan kesehatan atau promosi
kesehatan khususnya kesehatan sistem reproduksi wanita kepada mahasiswi non
medis.
B.
Saran
Berdasarkan
hasil penelitian yang dilakukan, maka peneliti memberikan saran: Bagi Pelayanan
Keperawatan Pelayanan keperawatan perlu mengembangkan program kesehatan berupa
pendidikan kesehatan kepada mahasiswi non medis tentang cara melakukan
pemeriksaan payudara sendiri yang tepat sehingga mahasiswi 68 dapat termotivasi
untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri dengan rutin dan teknik yang
benar. Bagi responden Responden perlu mengikuti pendidikan kesehatan mengenai
cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri agar dapat meningkatkan pengetahuan
mengenai cara pemeriksaan payudara sendiri yang tepat dan benar.
DAFTAR PUSTAKA
Mulyani, S, 2013. Menopause Akhir Siklus Menstruasi Pada Wanita
di Usia Pertengahan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Gale, S dan Charette, D. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan
Onkologi. Jakarta: EGC.
Manuaba, IBG. 2010. Ilmu Kebidanan, penyakit Kandungan dan KB
untuk Pendidikan Bidan Edisi 2. Jakarta: EGC.
Wahh informasi nya sangat bermanfaat, terimakasih
BalasHapusMakasih informasi ny kaka :))
BalasHapusKeren kak, tks infonya
BalasHapusWah, informasinya sangat bermanfaat. Makasih banyak yaa
BalasHapuswah sangat bermanfaaa
BalasHapusWahh sangat bermanfaat informasinya
BalasHapuswaahh terimakasih informasinya bagus banget
BalasHapusTerima kasih informasinya
BalasHapusInfonya menarik
BalasHapusmantul
BalasHapusWah bermanfaat sekali terimakasih
BalasHapusInformasinya bermanfaat sekali kaka
BalasHapuswahh terimakasih infonya kaka
BalasHapusTerima kasih informasinya
BalasHapusWahh keren ka
BalasHapusBermanfaat sekali infonya makasih
BalasHapusKerennn, sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih informasi nya
BalasHapusWah sangat bermanfaat
BalasHapus