Kanker Payudara (Breast Cancer)

Kanker Payudara (Breast cancer)

haiii semua nyaa selamat datang di postingan pertama aku, semoga bermanfaat untuk kalian semua dan bisa lebih menjaga kesehatan.. luvvvv ;)

            Kanker payudara merupakan kanker dengan jumlah kasus baru dan kematian tertinggi di Indonesia. Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2013, jumlah kasus baru kanker payudara sebesar 819 dan jumlah kematian sebesar 217. Pada umumnya, kanker payudara diketahui setelah menginjak stadium lanjut. Sehingga metode deteksi dini kanker payudara difokuskan pada deteksi tumor stadium awal yang biasanya berukuran kecil dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi faktor yang berhubungan dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) ibu rumah tangga berusia 40–50 tahun.
            Kanker adalah penyakit tidak menular yang ditandai dengan pertumbuhan sel tidak normal terus-menerus dan tidak terkendali yang dapat merusak jaringan sekitarnya serta dapat menjalar ke tempat yang jauh dari asalnya yang disebut metastasis. Sel kanker bersifat ganas dapat berasal atau tumbuh dari setiap jenis sel di tubuh manusia (Depkes RI, 2009). Kanker hingga saat ini menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Jenis kanker yang banyak diderita dan ditakuti oleh perempuan adalah kanker payudara. Pada umumnya kanker payudara menyerang kaum wanita, kemungkinan menyerang kaum laki-laki sangat kecil yaitu 1 : 1000 (Mulyani, 2013).
                          
Gambar 1.1 Kanker Payudara
Sumber: (https://lusa.afkar.id/wp-content/uploads/sites/2/breast-cancer.jpg)

            Fase awal kanker payudara adalah asimtomatik (tanpa ada gejala dan tanda). Adanya benjolan atau penebalan pada payudara merupakan tanda dan gejala yang paling umum, sedangkan tanda dan gejala tingkat lanjut kanker payudara meliputi kulit cekung, retraksi atau deviasi puting susu dan nyeri, nyeri tekan atau rabas khususnya berdarah dari puting. Kulit tebal dengan pori-pori menonjol sama dengan kulit jeruk dan atau ulserasi pada payudara merupakan tanda lanjut dari penyakit. Jika ada keterlibatan nodul, mungkin menjadi keras, pembesaran nodul limfa aksilaris membesar dan atau nodus supraklavikula teraba pada daerah leher. Metastasis yang luas meliputi gejala dan tanda seperti anoreksia atau berat badan menurun; nyeri pada bahu, pinggang, punggung bagian bawah atau pelvis; batu menetap; gangguan pencernaan; pusing; penglihatan kabur dan sakit kepala (Gale & Charette, 1999).
            Faktor keturunan menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, merupakan salah satu faktor risiko penyebab kanker payudara. Menurut penelitian sebelumnya, tidak selalu riwayat dalam keluarga ada yang menderita kanker payudara menjadi penyebab kanker payudara, karena tanpa ada riwayat keluarga juga bisa terkena kanker payudara. Faktor informasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah aksesibilitas informasi. Aksesibilitas Informasi adalah keterjangkauan atau akses untuk mendapatkan informasi mengenai SADARI. Pemeriksaan payudara sendiri atau yang bisa dikenal dengan SADARI merupakan salah satu metode deteksi dini kanker payudara. Tujuan dari kegiatan deteksi dini kanker payudara adalah untuk menemukan kanker dalam stadium awal sehingga pengobatannya menjadi lebih mudah dilakukan. SADARI merupakan pemeriksaan yang mudah dilakukan oleh setiap wanita untuk mencari benjolan atau kelainan payudara lainnya. Hal terpenting adalah mengenali perubahan yang biasa terjadi dan tidak pada payudara. SADARI dilakukan secara rutin setelah menstruasi sekitar 1 minggu atau sebulan sekali. Harapannya dengan memeriksa payudara secara rutin, seseorang bisa mengenali kondisi payudaranya sendiri dan apabila terdapat sesuatu yang tidak biasa seperti benjolan, puting bersisik, perubahan warna kulit, dan pengeluaran cairan baik nanah ataupun darah akan segera diketahui dan Alvita Brilliana R. Arafah dan Hari Basuki Notobroto. (Manuaba, 2010)

REFERENSI :
Mulyani, S, 2013. Menopause Akhir Siklus Menstruasi Pada Wanita di Usia Pertengahan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Gale, S dan Charette, D. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan Onkologi. Jakarta: EGC.

Manuaba, IBG. 2010. Ilmu Kebidanan, penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan Edisi 2. Jakarta: EGC.

Komentar

  1. Wahhh bermanfaat sekali informasinya, terimakasih😊

    BalasHapus
  2. Bermanfaat sekali informasinya, terima kasih banyak ya!❤️

    BalasHapus
  3. mksh utk info nya kak, bermanfaat bgtt!

    BalasHapus
  4. Sangat bermanfaat infonya, terimakasih ya...

    -pb

    BalasHapus
  5. bermanfaat sekali informasinya kaka

    BalasHapus
  6. Sangat bermanfaat infonya, terimakasih ya...

    -pb

    BalasHapus
  7. Saran untuk blog baru update sesuai waktu terus misalkan 1 Minggu sekali, terus ikut adsene biar dapat cuan
    "Papadan copy'

    BalasHapus
  8. Terimkasih, infonya sangat bermaanfaat

    BalasHapus

Posting Komentar